Sabtu, 09 Mei 2015

KPK (Kisah Pedih Keluarga) Episode 2

Akibat Menikah Di Usia Dini

            Sebut saja nama saya wati, tinggal di kabupaten Cianjur Selatan, saya lahir di keluarga yang serba kekurangan. Maklum saja saya anak ke5 dari 6 bersaudara, ayah bekerja hanya menjadi petani, jadi sewaktu kecil saya dan kakak-kakak saya sering membantu ibu berjualan untuk mencukupi kebutuhan.

            Saat umurku 13 tahun, saya sudah tidak sekolah lagi karena tidak ada biaya sehingga saya harus bekerja, saya bekerja ke kota agar penghasilan meningkat, Tetapi tidak ada pekerjaan yang menerima saya di karnakan saya hanya lulusan SD. terpaksa saya bekerja menjadi Pembantu Rumah Tangga di suatu rumah yang cukup besar di keluarga Pak Bayu,keluarga tersebut memiliki seorang bayi yang membuat saya harus mengasuh sekaligus pembantu di rumah itu. Pekerjaan ini membuatku sangat kewelahan karena di rumah tersebut hanya memiliki dua pembantu termasuk saya.

            2 tahun kemudian, keluarga Pak Bayu hanya menugaskanku mengurus anaknya yang berumur 3 tahun karena dari semasa kecil bayi itu sudah bersamaku, jadi keluarga Pak Bayu sudah percaya kepadaku. Saya sangat senang sekali karena setiap jalan-jalan saya selalu di ajak dengan tujuan mengasuh balita tersebut.

            3 bulan kemudian saya di ajak oleh Bu Bayu ke pasar untuk berbelanja, di suatu toko pakaian saya bertemu dengan seseorang yang membuat saya jatuh cinta, mungkin ini adalah kali pertama saya merasakan cinta. Pria itu mengajak saya untuk berkenalan dan kami pun saling menyukai, pria itu baermana Imron dari Tasikmalaya.

            Setelah lama berteman, saya di ajak pulang oleh Imron untuk mengatakan kepada Orang tua saya bahwa ia akan menikahi saya. Tentu saja saya sangat senang dan itu adalah impian saya pada saat itu, semoga saja dengan menikahi dia saya sudah tidak harus lagi bekerja banting tulang untuk menafkahi keluarga.

            Saat sampai di Cianjur dia langsung mengatakan maksud ia datang ke tempatku dan mengajakku untuk pulang. Kadua Orang Tuaku awalnya tidak mengizinkan saya untuk menikah karena umurku saat itu baru menginjak 16 tahun, dan umur Imron saat itu sudah 30 tahun, tentunya perbedaan usia yang membuat kedua Orang Tuaku tidak yakin dengannya. Tetapi Imron meyakinkan kepada kedua Orang tuaku tentang kesejahteraan ku dan rasa cintanya kepadaku, sahingga membuat kedua Orang Tuaku mengizinkan, tanpa berfikir lama keesokan harinya kami berdua menikah, walaupun acaranya tidak terlalu megah dan Imron hanya di wakili oleh seorang kerabatnya, tetapi itu tidak mejadi kendalaku untuk menikah.

            5 Hari kami menikah, dan Imron ingin mengajakku pergi ke Tasikmalaya untuk bertemu dengan keluarganya. Sesampai di sana kedua Orang Tuanya bertanya kepada Imron, “siapa wanita yang bersamamu ron?”. Imron menjawab “dia ini adalah istriku”. “Apa...! Anak kecil ini istri barumu?”. Tentu saja itu membuatku bingung tentang isri baru, karena ku tidak tau apa-apa. Ibu Imron menceritakan kedapaku tentang Imron yang sudah pernah menikah dan mempunyai satu anak, sontak membuatku kaget dan lari ke kamar. Saat Imron menghampiriku, aku langsung saja menamparnya “kenapa kau tidak bilang kepadaku kalau kau sudah punya istri?  aku tidak mau seperti ini, keu telah membohongiku, Aku ingin pulang. Aku tidak tahan dengan keadaanku saat ini.” ”Jika kau ingin pulang silahkan. Pulang saja sendiri” jawabnya. Tentunya saya tidak pulang karena tidak tau menau tentang jalan untuk pulang.

            Saya bertemu dengan istri tuanya Imron, dia bernama Siti. Kami duduk berdua,“tenang saja ku tidak akan membencimu karena kau istri muda, ku akan tetap menganggapmu sebagai adikku, lagi pula kami tidak lama akan bercerai.” “mengapa bercerai? Apakah karena kehadiranku?” “Tentu saja tidak, nanti kaupun akan merasakan.” Aku tak tahu apa yang dia maksud.

            Sebulan sudah berlalu, Sitipun telah resmi bercerai dengan Imron, dan kami kini berdua, kami pergi merantau ke Bandung untuk mencari kerja di sana. Imron membuka bisnis es Cendol, bisnis ini cukup menguntungkan, banyak pekerja yang kami rekrut untuk ikut menjual cendol kami berdua. Setahun berlalu akhirnya saya hamil, ssetelah malahirkan , bayi itu saya beri nama Nurhalimah.Semoga saja Kali ini kami hidup bahagia bersama sebagai keluarga kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar