Minggu, 26 April 2015

Contoh Makalah Kearsipan



Makalah
Kearsipan
Di susun oleh:

  • Abdul Mukti



SMKN 1 PASIRKUDA
2014/2015




Kata Pengantar
Puji dan syukur kita curah limpahkan kepada Allah SWT, yang mana telah mengijinkan kami untuk membuat sebuah MAKALAH yang di tugaskan oleh guru kami.
            Sholawat serta salam tak lupa pula kami curah limpahkan kepada baginda alam Nabi akhir zaman Muhammad SAW.
            MAKALAH ini membahas tentang ARSIP agar kita dapat mengetahui apa yang di sebut ARSIP. Dengan dibuatnya MAKALAH ini semoga dapat mengetahui tata cara mengurus dokumen yang baik dan benar menggunakan ilmu KEARSIPAN.
Akhir kata, tiada gading yang tak retak. Penulis sadar, karya ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik maupun saran yang membangun dari  pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu menyusun makalah ini.

Daftar isi                     
BAB I Pendahuluan dan Tujuan
A.              Latar Belakang
B.               Rumusan Masalah
BAB II Pembahasan
A.  Pengertian ARSIP
B.   Syarat-syarat ARSIP
C.   Jenis ARSIP
D.  Fungsi ARSIP
BAB III Kesimpulan
Daftar Pusaka
 
BAB I Pendahuluan

A.Latar Belakang
Setiap kantor pasti memerlukan suatu unit yang mengelola segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan administrasi, kegiatan administrasi pada suatu kantor pada dasarnya juga mempunyai suatu hasil seperti unit-unit lainnya. Hasil atau produk dari suatu kantor adalah surat, formulir dan laporan. Pengelolaan surat, formulir dan laporan yang dihasilkan dan diterima oleh suatu kantor pada akhirnya akan berhubungan dengan kearsipan.

B. Rumusan Masalah
Arsip mempunyai peran penting bagi sebuah kantor maka arsip perlu dikelola menggunakan sistem pengelolaan arsip yang baik dan benar, sehingga apabila ada pihak yang membutuhkan arsip tersebut akan dapat disajikan dengan cepat dan tepat. Banyak faktor yang mempengaruhi agar kearsipan mempunyai citra yang positif antara lain adalah kerapihan penyimpanan, petugas yang terdidik dan terampil, kemudahan untuk menyimpan, menemukan kembali arsip, terjaminnya keamanan arsip dan sebagainya.
 
BAB II Pembahasan

A.Pengertian Arsip
       Arsip (Record) yang dalam istilah bahasa Indonesia disebut juga sebagai WARKAT yang artinya adalah setiap catatan tertulis baik dalam bentuk gambar ataupun bagan yang memuat keterangan-keterangan mengenai sesuatu subjek (pokok persoalan) ataupun peristiwa yang di buat orang untuk membntu daya ingat.
            Kearsipan adalah suatu proses kegiatan mulai dari kegiatan penerimaan, kegiatan pengumpulan, kegiatan pengatura, kegiatan pemeliharaan, dan juga kegiatan Penyimpanan untuk WARKAT menurut sistem yang telah di tentukan, sehingga pada saat di perlukan dapat di temukan dengan cepat dan mudah.
Dokumen adalah segala benda yang berbentuk berang, gambar, ataupun tulisan sebagai bukti dan dapat memberikan keterangan yang penting.
Dokumentasi adalah pengumpulan data-data dari catatan atau sejenisnya yang sesuai dengan masalah yang diteliti.

B.Syarat-Syarat Arsip
1. Merupakan kumpulanWarkat
2. Disimpan menurut sistem tertentu
3. Mempunyai nilai kegunaan
4. Saat diperlukan cepat dan tepat ditemukan

C.Jenis-Jenis Arsip
1. Jenis arsip berdasarkan bentuk fisiknya
·         arsip berbentuk lembaran.
contoh: surat, kuitansi, faktur, dll
·         arsip tidak berbentuk lembaran.
contoh: disket, flash disk, cd, dvd, dll
2. Jenis arsip berdasarkan masalahnya
·         Financial record, arsip berkaitan dengan masalah keuangan.
contohnya, kuitansi, giro, cek.
·         Inventory record, arsip yang berhubungan dengan masalah barang inventaris.
Contoh catatan tentang jumlah barang, merek, ukuran, harga.
·         Personal record,  arsip yang berhubungan dengan masalah kepegawaian.
Contoh: surat lamaran kerja, curriculum vitae, absensi, dll.
·         Sales Record, arsip yang berhubungan dengan masalah penjualan.
Contoh: daftar agen distributor, daftar penjualan barang.
·         Production record,  arsip yang berhubungan dengan masalah produksi.
Contoh: arsip tentang jenis bahan baku, jenis alat yang digunakan. dll.
3. Jenis arsip berdasarkan pemiliknya
·         Lembaga Pemerintahan.
meliputi Arsip Nasional di Indonesia (Arsip Nasional Republik Indonesia). Arsip Nasional di setiap ibu kota Daerah Tingkat I (Arsip Nasional Daerah).
·         Instansi Pemerintah/swasta.
meliputi arsip primer dan sekunder dan arsip sentral dan arsip unit.

4. Jenis arsip berdasarkan sifatnya
·         Arsip tidak penting, arsip hanya memiliki kegunaan informasi, contoh surat undangan.
·         Arsip biasa, arsip yang semula penting, akhirnya tidak berguna lagi pada saat informasinya sudah berlalu, Contoh: surat lamaran kerja.
·         Arsip penting, arsip yang memiliki hubungan dengan masa lalu dan masa yang akan datang, contoh: surat perjanjian.
·         Arsip sangat penting, arsip yang dapat dijadikan alat pengingat selama-lamanya (bernilai sejarah/ilmiah). Contoh: naskah proklamasi.
·         Arsip rahasia, arsip yang hanya boleh diketahui oleh orang tertentu saja dalam organisasi. Contoh: hasil penilaian pegawai.
5. Jenis arsip berdasarkan fungsinya
·         arsip dinamis, diantaranya adalah arsip aktif, arsip semi aktif, arsip inaktif.
·         arsip statis, yaitu arsip yang tidak dipergunakan secara langsung untuk perencanaan penyelenggaraan kehidupan berbangsa pada umumnya, maupun untuk penyelenggaraan administrasi negara.

D.Fungsi Arsip
1. Arsip Dinamis
    Arsip dinamis adalah arsip yang diperlukan secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya atau dipergunakan secara langsung dalam penyelenggaraan Administrasi Negara (arsip yang masih dipergunakan secara langsung dalam kegiatan perkantoran sehari-hari). Arsip dinamis menurut fungsi dan kegunaannya dibedakan menjadi :
    a. Arsip aktif adalah arsip-arsip yang masih dipergunakan bagi kelangsungan kerja.
    b. Arsip semi Aktif adalah arsip-arsip yang frekuensi penggunaannya sudah mulai menurun dalam masa transisi antara arsip aktif dan inaktif.
    c. Arsip Inaktif atau arsip semi statis adalah arsip-arsip yang jarang sekali dipergunakan dalma proses pekerjaan sehari-hari.
2. Arsip Statis
   Arsip Statis adalah arsip yang tidak dipergunakan secara langsung untuk perencanaan, penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya maupun untuk penyelenggraaan sehari-hari Administrasi Negara (dipergunakan secara langsung dalam kegiatan perkantoran sehari-hari). Arsip statis ini merupakan pertangguingjawaban nasional bagi kegiatan pemerintah dan nilai gunanya penting untuk generasi yang akan datang.

BAB III  Kesimpulan
Secara etimologis istilah arsip dalam bahasa Belanda yaitu "archief", dan dalam bahasa Ingris disebut "arcihive", berasal dari kata "arche" bahasa Yunani yang berarti permulaan. Kemudian dari kata “arche" berkembang menjadi kata "ta archia" yang berarti catatan. Selanjutnya kata "ta archia" berubah lagi menjadi kata "archeon" yang berarti "gedung pemerintahan". Gedung yang dimaksud tersebut, juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan secara teratur bahan-bahan arsip seperti: catatan-catatan, bahan-bahan tertulis, piagam-piagam, surat-surat, keputusan-keputusan, akte-akte, dokumen-dokumen, peta-peta, dsb. Ada juga istilah lain yang sering digunakan untuk menyatakan arsip, yaitu record dan warkat. Records adalah setiap lembaran (catatan, bahan tertulis, daftar, rekaman, dsb.), dalam bentuk atau dalam wujud apa pun yang berisi informasi atau keterangan untuk disimpan sebagai bahan pembuktian atau pertangungjawaban atas suatu peristiwa/kejadian. Sedangkan warkat berasal dari bahasa Arab yang berarti surat, akan tetapi dalam perkembangan lebih lanjut diartikan lebih luas, yaitu berupa setiap lembaran yang berisi keterangan yang mempunyai arti dan kegunaan. Dalam pemahaman sederhana dapat dinyatakan bahwa arsip adalah merupakan salah satu produk kantor (office work).

Daftar isi
sumber:
·        Buku catatan kearsipan.
·        Mengelola dan menjaga sistem kearsipan, Sri Endang, DKK.
·        http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28246/2/Chapter%20III-IV.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar