Kamis, 23 April 2015

KPK (Kisah Pedih Keluarga) Episode 1



Pernikahan yang menyedihkan

Ini adalah cerita ku cerita kesedihan dan kisah nyata dalam kehidupan ku yang selalu di selimuti duka dan haru. Semua di mulai dari awal aku menikah dengan seseorang yang ku pikir dialah harapan dan masa depan ku. Sebut saja nama suamiku itu Dahlan dan aku Sri. 

Aku menikah tanggal 13 desember 2009 orang bilang kalo hari pernikahan adalah hari yang sangat membahagiakan tapi pada kenyataannya di malam pernikahan itu aku malah mendapat sesuatu yang membuat aku sedih karna suamiku mulai menunjukan sifat kasarnya mungkin sifat nya itu belum semua nya dia tunjukan karna waktu itu ke adannya masih dirumah orang tuaku dan setelah satu minggu menikah aku di bawa kerumah mertuaku oleh suamiku dan kami pun tinggal di sana dan sejak saat itu sedikit demi sedikit penderitaan kudimulai. Aku sering di tinggal oleh suamiku entah dia pergi ke mana dan aku sendiri dirumah sering mendapat perlakuan ga baik dari mertuaku tapi aku tetap diam tidak memberitahukan sedikit pun pada suamiku karna semua mustahil aku ceritakan karna suamiku pasti tidak percaya dan yang ada semua akan menjadi masalah bagi ku, tapi suatu saat dimana orng tua ku datan untuk mengetahui keadaan ku semua berlaku sangat baik dan seakan tidak pernah trjadi hal apa apa tapi setelah orang tua ku kembali pulang aku mendapat perlakun tidak baik lagi aku di bentak di hadapan semua orang kenapa? kenapa aku harus terima perlakuan ini padahal aku selalu berusaha menjadi istri dan menantu yang baik bagi mereka.

Suatu ketika suamiku melakukan kesalahan dengan mencuri barang orang tua nya tapi aku sendiri yang kena imbasnya aku yang di salahkan atas perbuatan suamiku dan sebelum nya suamiku menyuruh aku untuk pergi dari rumah itu dengan diam diam tapi aku menolak aku takut nanti masalah nya jadi panjang dan rumit tapi suamiku marah mendengar penjelasan ku itu dan dengan terpaksa aku menuruti semua ke inginan nya itu walau aku tau aku pasti akan kena banyak masalah dan mertuaku akan semakin membenci aku. Setelah itu aku pergi ke tempat yang sudah di janjikan oleh suami ku dan kita akan bertemu di sana dan satu minggu lagi hari lebaran, tapi cobaan yang di lalui begitu sangat berat.

Satu bulan berlalu dari kejadian itu lalu aku dan suamiku berencana untuk menyewa rumah untuk tinggal kami di sana dan memulai semua dari awal. Tapi ternyata tinggal di sana tidak membuat aku bahagia malah membuat aku semakin menderita kenapa ya tuhan kenapa aku harus menerima cobaan yang begitu berat dan aku benar benar tidak sanggup untuk menjalani semuanya hari demi hari aku hanya melihat suami ku mabuk dan selalu memukuli aku bahkan dia berani selingkuh di depan mata ku sendiri aku sering bertanya pada hatiku sendiri kenapa? kenapa aku harus mendapatkan suami seperti dia yang selalu menyakiti aku yang tidak kebahagiaan lagi yang kurasa aku lelah bila harus seperti ini terus aku lelah jika aku harus melihat suamiku setiap harinya mabuk dan selalu memarahi aku, lalu ternyata ada tetangga ku yang baik, dia mau mengantar aku sampai ke terminal bis walaupun aku sebenarnya tidak tega meninggalkannya tapi aku harus relakan itu karena demi kebaikannya. 

Sesampai di rumah aku pun tidak bisa memendam semua kesedihan dan rasa sakit ku, ayah ku pun marah dia mendengar semua ceritaku sehingga ayah ku memutuskan bahwa aku tidak boleh berhubungan apa lagi menemui suamiku lagi mungkin itu bentuk kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya dan aku pun didukung oleh para sahabat ku, mereka lah yang selalu menguatkan aku di kala aku sendri. Tiga hari kemudian suamiku menghubungi melalui ibu ku dia menanyakan keadaan ku dan ingin berbicra padaku dan ibu ku yang baik lalu memberitahukanku tanpa sepengetahun ayah ku di telpon suamiku meminta aku pulang dia meminta maaf atas semua kesalahannya tapi aku tidak percaya aku masih takut suamiku berlaku tidak baik, suamiku memberi batas waktu padaku jika dalam tiga hari aku tiak pulang maka semua akan berakhir aku pun tidak menuruti kata kata nya itu karena aku tau seseorang yang sudah mabuk tidak akan bisa di percaya kata katanya.

Tiga hari berlalu suamikupun menghubungi aku lagi, sepeti yang sama dia memberikan persyaratan kembali kali ini dia memberi waktu satu minggu untuk aku bisa menentukan pilihan apa aku akan kembali padanya atu tidak aku pun menghiraukan semua perkatanya karna aku benar-benar siap semua resiko yang aku terima Tetapi satu bulan aku tinggal disini akhirnya suamiku datang  menemui aku, dia membuktikan kepada kedua orang tuaku bahwa dia menyesali semua perbuatannya dia memintaku kembali dan memulai semua kehidupan yang baru di tempat yang baru dan orang orang yang baru juga. Karena melihat kesungguhannya aku pun mencoba membuktikan semua kata katanya itu  dengan ikut kembali bersamanya ternyata suamiku benar benar berubah dia bekerja seperti  suami-suami yang lain nya dia menyayangi aku sepenuhnya dan perhatiannya pun membuat aku bahagia, satu bulan sudah aku menjalani kehidupanku, akhirnya aku pun di beri kesempatan untuk mengandung dan akupun langsung memberitahukan kabar itu pada suamiku dia pun senang karena ini lah yang kami tunggu-tunggu kehadiran seorang bayi di tengah tengah keluarga kecil kami. suamiku banyak sekali memberi perhatian pada ku dia benar-benar bisa menjadi suami yang baik, tujuh bulan sudah aku mengandung  suamiku menggelar acara tujuh bulanan bayi kami, dan tidak heran acara yang di gelar membuat aku pusing karena acara yang di buat di dalam rumah mertuaku dia selalu berselisih pendapat dengan aku dan suamiku apa yang kita lakukan selalu membuat dia salah paham, dan acara pun selesai aku pun pulang ke rumah kami kekontrakan di sana walaupun tempat nya kecil tapi tidak ada beban yang aku rasakan semuanya bebas aku bebas melakukan apa saja sesukaku tapi setelah delapan bulan usia kandungan ku  aku terpaksa kerumah mertuaku karana suamiku sedang sibuk-sibuknya bekerja, dia tidak tega jika melihat aku sendri di rumah dia takut jika aku tiba-tiba melahirkan dia tidak bisa mendampingiku, aku pun menurutinya walaupun itu membuat aku sedih, aku banyak takut suamiku berubah dan tidak baik lagi padaku, beberapa hari aku disana apa yang aku takutkan itu benar terjadi, hanya masalah kecil mertuaku marah dan memarahi aku didepan suami dan sodaranya, aku benar-benar malu, aku sedih waktu itu tapi suamiku tidak bisa membelaku karena walau bagaimanapun dia itu ibu nya. Aku meminta pada suami ku utuk kembali kekontrakan saja tapi suamiku tidak memberiku izin, aku di suruhnya untuk bersabar demi anak yang aku kandung.

Sembilan bulan sudah dan ini detik detik aku melahirkan aku melihat pengorbanan suamiku begitu besar untuk aku dia berjuang mendampingi aku dia menguatkan aku dan pada jam 2 malam tepatnya hari sabtu tanggal 14 april 2012 anakku lahir dia cantik tapi aku melihat raut kekecewaan pada suamiku aku tau dia kecewa karena anak yang aku lahirkan seorang perempuan dengan sabar aku mengurus bayiku sendiri. Ya Allah bukannya aku tidak bersyukur atas pemberianmu tapi sifat suamiku mulai berubah, dia tidak memperdulikan aku dan Zahira (nama anakku) malah terdengar kabar bahwa dia sekarang sedang berjudi apa benar ini aku tidak tau apa aku harus percaya atau tidak tapi aku coba bertahan demi anakku yang masih kecil.

Di tahun 2013 aku dan suamiku berencana membuat rumah kecil, tetapi sebuah cobaan datang padaku, ibu mertuaku kembali marah padaku, aku di marahinya habis-habisan dan suamiku tidak ada, dia tidak membantu kesulitan ku kali ini dia memarahi ku gara-gara cucunya aku marahi, aku marahi cucu nya karna dia mencelakakan anak ku dengan membenturkan kepala anakku ke tembok, apa aku sebagai ibu harus diam saja melihat semua itu? apa aku harus pura-pura buta dengan semuanya? aku tau dia masih kecil tapi jika tidak di tegur yang ada dia semakin berbuat semaunya tapi mertuaku tidak memperdulikannya, aku tetap salah di matanya dan aku tetap selalu di anggap sebagai menantu yang tidak berguna, aku berusaha bercerita pada suamiku tapi suamiku hanya bisa menyabarkan aku tanpa ada komentar apa-apa, aku meminta padanya untuk pulang tapi suamiku tidak mengizinkannya, ya allah kapan ke bahagiaan itu bisa datang pada ku apa aku harus selalu mengalah dan bersabar tapi sampai kapan?sampai kapan aku harus seperti ini, biarlah semua jadi cerita hidupku, cerita yang akan selaluku bawa sampai mati, sampai aku terima ini dengan ikhlas, aku hanya bisa berdo’a pada yang maha kuasa, jika aku tidak bisa bahagia di dunia semoga aku bisa bahagia di akhirat nanti di surga sana Aamin.

Ini adalah sepenggal cerita kehidupan ku yang penuh duka dan entah kapan aku bisa merasa bahagia seperti yang lainnya biarlah semua berjalan apa adanya. Semoga apa yang aku alami tidak dialami anak-anak ku nanti. Anak-anakku harus bahagia dia tidak boleh mengalami hal sepertiku. Karena anakku adalah cahaya hidup ku yang selalu membuat aku tegar menghadapi beban dalam hidup ku serta menghilangkan sedikit demi sedikit sedih ku.

Sampai bertemu di kisah selanjutnya ya dan semoga kisah selanjutnya adalah kebahagiaan ku.

                                                                                     By,nurhalimah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar